Minggu, 02 Juni 2013

hipertensi



PENGISIAN LOGBOOK SUB POKOK BAHASAN HIPERTENSI

1. Memahami anatomi lapisan-lapisan pembuluh darah
     Dapat menjelaskan struktur lapisan pembuluh darah ® kegiatan ini akan membantu saudara dalam memahami struktur lapisan-lapisan pembuluh darah

Lapisan
Karakteristik


A

Tunika Adventisia


Tunika adventisia mengandung jaringan ikat dan dikelilingi oleh vasa vasorum yaitu jaringan arteriol


  


B

Tunika Media



Tunika media merupakan lapisan otot di bagian tengah dinding arteri yang mempunyai 3 bagian : bagian sebelah dalam disebut membran elastis internal, kemudian jaringan fibrus otot polos dan sebelah luar membran jaringan elastis eksternal.
Lapiasan tebal otot polos dan jaringan kolagen, memisahkan jaringan membran elastik internal dengan membran elastik ekstenal dan yang terakhir memisahkan tunika media dengan adventisia.



C

Tunika Intima



Tunika intima terdiri dari 2 bagian. Lapisan tipis sel-sel endotel merupakan lapisan yang memberikan permukaan licin antara darah dan dinding arteri serta lapisan subendhotelium. Sel-sel endotel ini memproduksikan zat-zat seperti prostagladin, heparin, dan aktivator plasminogen yang membantu mencegah agrenasi trombosit dan vasokontriksi. Selain itu endotel juga mempunyai daya regenerasi cepat untuk memelihara daya anti trombogenik arteri.
2. Memahami struktur anatomi pembuluh darah
     Dapat menjelaskan struktur anatomi pembuluh darah → kegiatan ini membantu saudara dalam memahami struktur pembuluh darah

Nama Organ
Karakteristik


A
Aorta
Aorta adalah pembuluh nadi basar yang dilewati darah dari ventrikel kiri menuju ke seluruh tubuh. Aorta tersebut bercabang-cabang makin lama makin kecil dan disebut pembuluh nadi (arteri).


B
Arteri
Arteri merupakan cabang dari aorta yang berfungsi sebagai jalur cepat untuk menyampaikan darah dari jantung kejaringan ( karena radiusnya yang besar resistensi arteri terhadap aliran darah rendah) dan berfungsi sebagai reservoir tekanan untuk menghasilkan gaya pendorong bagi darah sewaktu jantung mengalami relaksasi.



C
Kapiler sistemik
Berdinding tipis dengan ketebalan 1 µm, terdiri dari selapis sel endotel gepeng tidak terdapat jaringan ikat atau polos, berdiameter rata-rata 7µm, jarak kapiler dengan sel tidak lebih jauh dari 0,01cm. Dengan luas permukaan 600 meter²



D
Vena

Vena memiliki dinding yang jauh lebih tipis dengan otot polos yang lebih sedikit dari pada arteri. Karena dijaringan ikat vena serat-serat kolagen jauh lebih banyak dari pada serat elastin, vena kurang memiliki elastisitas dibandingkan dengan arteri.  seperti otot polos arteriol, otot polos vena kurang memiliki otot tonus miogenik inheren, vena sangat mudah diregangkan dan kurang memiliki kemampuan recoil elastis.



E
Vena sistemik

Berfungsi sebagai saluran beresistensi rendah untuk mengembalikan darah kejantung, bersifat mudah meregang, dan memiliki karakteristik yang sama dengan vena lainnya
4. Pengertian Hipertensi
     Dapat menyebutkan definisi Hipertensi ® kegiatan ini akan membantu saudara dalam memahami pengertian Hipertensi
     Berikut ini adalah klasifikasi tekanan darah berdasarkan JNC VII
Klasifikasi
Sistolik (mmHg)
Diastolik  (mmHg)
Normal
< 120
< 80
Pre Hipertensi
120 – 139
80 – 89
Hipertensi Tahap 1
140 – 159
90 – 99
Hipertensi Tahap 2
≥ 160
≥ 100




Berikut ini hasil pengukuran tekanan darah terhadap beberapa pasien
Nama Pasien
Sistole
Diastole
Keadaan
Tn. Pulan
140
95
Tekanan terukur menetap
Ny. Neli
150
95
Setelah melakukan senam aerobik
Tn. Kabul
115
75
Tekanan terukur menetap
Tn. Kadir
130
90
Terukur menetap
Tn. Karim
170
90
Terukur seteleh joging

Nama Pasien
Hipertensi
Penjelasan
Tn. Pulan
Hipertensi tahap I
Peningkatan tekanan sistole 140 mmHg dan diastole di atas 90 mmHg
Ny. Neli
Hipertensi tidak menetap
Peningkatan tekanan sistole dan diastole setalah melakukan kegiatan yaitu senam aerobik
Tn. Kabul
Normal
Tekanan sistole < 120 dan tekanan diastole <80
Tn. Kadir
Hipertensi tahap I
Tekanan diastole 90 mmHg
Tn. Karim
Hipertensi tidak menetap
Peningkatan tekanan darah setelah melakukan kegiatan yaitu joging.

3. Patofisiologi Hipertensi
     Dapat menjelaskan patofisiologi Hipertensi ® kegiatan ini akan membantu saudara dalam memahami patofisiologi Hipertensi.








     Jelaskan gambar di bawah ini yang menjelaskan terjadinya Hipertensi.









Tekanan Darah
 

Cardiac Output
 


A
 
 


                                    =                                              X

 





            GAMBAR
PENJELASAN
A
Resistensi perifer total

Resistensi dari pembuluh darah bagi aliran darah, yang dipengaruhi oleh jari-jari arteriol dan viskositas darah.

B
Isi Sekuncup
Jumlah darah yang dipompakan oleh jantung dalam 1 kali denyutan.
C
HR (Heart Rate)
Jumlah denyut jantung permenit.


C
 
B
 
A
 
Hypertension\  Jelaskan patofisiologi dari gambar diatas
    
Gambar
Penjelasan
A
Pembuluh darah (lumen) dalam ukuran yang nomal, darah yang mengalir juga normal.
B
Darah yang mengalir banyak tapi tidak diikuti dengan pelebaran lumen karna mengalami masalah pada reseptornya yang berfugsi agar pembuluh darah mengalami vasodilatasi dan vasokontruksi.
C
Jumlah volume darah yang mengalir normal tapi terjadi penyempitan lumen sehingga darah sulit untuk mengalir mengakibatkan tekanan darah meningkat.



4. Memahami tanda dan gejala Hipertensi
     Dapat memahami tanda dan gejala Hipertensi ® kegiatan ini akan membantu saudara dalam memahami tanda dan gejala Hipertensi         
     Sebutkan tanda dan gejala Hipertensi....
1.      Nyeri kepala
2.      Terkadang asmytomatis
3.      Pusing atau migren
4.      Rasa berat di tengkuk
5.      Sukar tidur
6.      Mata sering berkunang-kunang





5. Penyebab Hipertensi
     
ORGAN
PENYAKIT
RENALIS
Gagal ginjal, oklusi parsial arteri renalis

ENDOKRIN
Feokromositoma
Sindrom Conn
VASKULER
Arteroskelorosis : suatu penyakit arteri degeneratif progresif yang menyebabkan oklusi ( sumbatan gladual ) pembuluh yang terkena sehingga aliran darah melalui pembuluh tersebut berkurang.
NEUROGENIK

Lesi saraf



6. Memahami penatalaksanaan pada Hipertensi
     Dapat Menjelaskan Penatalaksanaan Hipertensi® Kegiatan ini Akan Membantu Saudara Dalam Memahami Penatalaksanaan Hipertensi .
    
Jenis Sediaan Farmakalogi
Nama, Dosis,
kegunaan dan cara Kerja
1. Diuretik
Furosemid atau lasix per IV diatas 1-2 menit dimulai dengan 40 mg.
Obat yang mampu mempercepat diuresis air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya melalui ginjal sehingga mengurangi cairan dalam tubuh dan dengan demikian menghilangkan edema jaringan.
2. Beta Blocker
Atenolol 50-100 mg.
Nadolol 40-240 mg.
Sotalol 160-480 mg.
Beta blocker menekan adrenoseptor beta-1 jantung, sehingga denyut jantung dan kontraktilitas miokard menurun. Hal ini menyebabkan kebutuhan oksigen miokard berkurang disamping perfusi miokard (suplai oksigen) sedikit meningkat, karena regangan dinding jantung berkurang.

3. Ace Inhibitor
Katopril dosis 2-3 x 12,5-25 mg.
Lisinopril 5-10 mg.
Benazepril 5-10 mg.


Menghambat perubahan angiotensi 1 menjadi engiotensi II. Angiotensi II bekerja diginjal dengan menahan ekskresi cairan Na dan H2O yang dapat menyebabkan vasokontriksi dan dapat meningkatkan tekanan perifer. Meningkatnya tahanan perifer akan berefek pada peningkatan tekanan darah.

4. Calsium antagonis

Nifedipin 3x10-30 mg.
Verapamil 3x80-160 mg.
Diltiazem 3x60-90 mg.

Obat ini menghambat masuknya ion kalsium ke dalam sel melalui influx calcium chanel pada membran sel. Antogenis kalsium berefek langsung sebagai inotropik negatif, kronotropik negatif  dan hambatan pada konduksi AV, disamping efek vasodilator pada otot polos pembuluh darah, terutama arteri.

7. Memahami komplikasi Hipertensi
     Dapat menyebutkan dan menjelaskan komplikasi Hipertensi ® kegiatan ini akan membantu saudara dalam memahami komplikasi pada Hipertensi.

     Sebutkan dan jelaskan komplikasi dari Hipertensi


s
ORGAN TARGET
MEKANISME
TANDA DAN GEJALA
1. Cerebral

Ateroskelorosis berawal sebagai suatu ateroma ( tumor jinak non kanker sel-sel otot polos di dalam dinding pembuluh darah


 
Terjadi penumpukan kolestrol dan lemak di sel-sel otot polos abnormal tersebut membentuk plak

Plak menonjol ke dalam lumen pembuluh seiring dengan pertumbuhannya


 
Plak yang menebal mengganggu pertukaran nutrien di sel-sel dinding yang terkena

Terjadi degenaravsi dinding di sekitar plak


 
Bagian yang rusak tersebut dimasuki oleh fibroblas (sel-sel pembentuk jaringan parut)


 
Sering terjadi pengendapan Ca²+ di plak


 
Pembuluh yang terkena menjadi menjadi keras dan sulit teregang


 
Terjadi oklusi pembuluh darah ( sumbatan gradual)


 
Aliran darah melalui pembuluh tersebut berkurang


 
Pembuluh darah tersebut segera mati akibat kekurangan O2

Mengenai pembuluh darah di otak menyebabakan stroke



Terjadi penumpukan plak pada pembuluh darah.
2. Jantung
 Hipertensi yang lama

Perubahan struktur pembuluh darah arteriol penebalan tunika intima dan hipertrofi tunika media

Meningkatnya tonus otot polos pembuluh darah
 
Vasokontruksi arteriol
 

Meningkatnya tahanan perifer


 
Kerja jantung bertambah berat lambat laun terjadi hipertrofi ventrikel kiri


 


Bila melampau batas, jantung akan mengalami hiperflasia


 


Sirkulasi darah yang ke otot jantung tidak mencukupi

Anoksia relatif atau hipoksia relatif

3. Ginjal
Suplai organ-organ target
berkurang ( ginjal)


 


Darah dalam Ginjal berkurang


 
Tubuh mempersepsikan bahwa tubuh kekurangan cairan


 
Tubuh dipersepsikan kekurangan cairan lalu ginjal mengaktifkan RAA ( sistem Renin Angiotensin Aldosteron)
              

Hepar akan mengeluarkan Angiotensinogen
 
Sampai di ginjal renin akan diubah menjadi Angiotensin I


 
Sampai di paru akan di rubah oleh enzim perubah ACE ( Angiotensin Confertif Enzim)
menjadi Angiotensin II


 
Terbentuknya Angiotensin II akan menyebabakan masalah pada ginjal karna akan mengeluarkan Aldosteron


 


Retensi air dan natrium
1.      Pasien mengeluh haus
2.      Retensi air dan natrium
3.      Vasokontruksi pembuluh darah
TUGAS : PENGISIAN LOG BOOK

Skenario:
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan Sakit kepala. Keluhan lain yang dirasakan adalah sering mengalami kesemutan pada ekstremitas, mata sering berkunang-kunang.  Hasil pemeriksaan, kesadaran composmentis, Jantung berdetak cepat. Tanda-tanda vital TD= 160/90 mmHg, nadi  110 x/mnt dan teraba, BB sebelum sakit 55 Kg, saat dilakukan pemeriksaan BB pasien 59 Kg.
 
 







                              
Langkah 1 : (Mengindentifikasi Data Fokus)

Data subjektif:
  • Klien mengeluh sakit kepala.
  • Klien mengeluh sering mengalami kesemutan pada ekstremitas, dan mata sering berkunang-kunang.

Data objektif:
  • Hasil pemeriksaan, kesadaran composmentis.
  • Jantung berdetak cepat.
  • Tanda-tanda vital TD= 160/90 mmHg.
  • nadi  110 x/mnt dan teraba.
  • BB sebelum sakit 55 Kg, saat dilakukan pemeriksaan BB pasien 59 Kg.

                                                                       
 
 
                         















Data pelengkap yang perlu dibutuhkan :
 


Skenario:
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan Sakit kepala. Keluhan lain yang dirasakan adalah sering mengalami kesemutan pada ekstremitas, mata sering berkunang-kunang.  Hasil pemeriksaan, kesadaran composmentis, Jantung berdetak cepat. Tanda-tanda vital TD= 160/90 mmHg, nadi  110 x/mnt dan teraba, BB sebelum sakit 55 Kg, saat dilakukan pemeriksaan BB pasien 59 Kg.

 
 








































Langkah 2 : (Mengindentifikasi Masalah keperawatan

  1. Penurunan curah jantung (Berhubungan dengan beban akhir meningkat)
  2. Nyeri /Sakit kepala (Berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral)
  3. Intoleren aktivitas (Berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen)
  4. Gangguan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh (Berhubungan dengan masukan berlebihan sehubungan dengan kebutuhan metabolik
  5. Koping, individual, inefektif (metode koping tidak efektif, sedikit atau tak pernah olahraga, kerja berlebihan)
  6. Kurang pengetahuan, mengenai kondisi, rencana pengobatan ( Berhubungan dengan kurang pengetahuan)


 


Topik yang perlu dipelajari:
1.
2.
3.
4.

 



Skenario:
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan Sakit kepala. Keluhan lain yang dirasakan adalah sering mengalami kesemutan pada ekstremitas, mata sering berkunang-kunang.  Hasil pemeriksaan, kesadaran composmentis, Jantung berdetak cepat. Tanda-tanda vital TD= 160/90 mmHg, nadi  110 x/mnt dan teraba, BB sebelum sakit 55 Kg, saat dilakukan pemeriksaan BB pasien 59 Kg.

 
 




















































Langkah 3 : (Rencana asuhan keperawatan)

Rencana asuhan keperawatan untuk penurunan curah jantung.

Tindakan / intervensi
            Mandiri

1.      Monitor dan catat tekanan darah pada kedua
lengan & paha pada awal pemeriksaan.
2.      Monitor dan catat keberadaan kualitas denyutan sentral dan perifer.
3.      Auskultasi tonus jantung dan bunyi jantung.
4.      Observasi warna kulit, kelembaban, temperature
dan waktu pengisian kembali kapiler (capillary refill
time).
5.      Observasi dan catat adanya edema.
6.      Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas/keributan lingkungan. Batasi jumlah pengunjung dan lamanya tinggal. 


Kolaborasi

1.      Berikan obat sesuai indikasi.
Contohnya Diuretik tiazid, misalnya klorotiazid
2.      Berikan penjelasan tentang efek, efek samping, dosis obat-obatan dan kontrol tekanan darah.
















 
 




















Rasional

Mandiri
1.      Perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang keterlibatan/ bidang masalah vaskuler.
2.      Denyutan karotis, jugularis, radialis, dan femoralis mungkin teramati/terpalpasi. Denyut pada tungkai mungkin menurun, mencerminkan efek dari vasokontruksi (peningkatan SVR) dan kongestif.
3.      S4 umum terdengar pada pasien hipertensi berat karena adanya hipertrofi atrium ( peningkatan volume/tekanan atrium)
4.      Adanya pucat, dingin, kulit lembab dan masa pengisian kapiler lambat mungkin berkaitan dengan vasokontruksi atau mencerminkan dekompensasi/penuurunan curah jantung.
5.      Dapat mengindikasikan gagal jantung, kerusakan ginjal atau vaskuler.
6.      Membantu untuk menurunkan rangsang simpatis: meningkatkan relaksasi

Kolaborasi

1.      Tiazid mungkin digunakan sendiri atau dicampuri dengan obat lain untuk menurunkan TD pada pasien dengan fungsi ginjal yang relative normal. Diuretik ini memperkuat agen-agen anthipertensif lain dengan membatasi
  



 


Topik yang perlu dipelajari:
  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6.  


























































 
 











































Skenario:
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan Sakit kepala. Keluhan lain yang dirasakan adalah sering mengalami kesemutan pada ekstremitas, mata sering berkunang-kunang.  Hasil pemeriksaan, kesadaran composmentis, Jantung berdetak cepat. Tanda-tanda vital TD= 160/90 mmHg, nadi  110 x/mnt dan teraba, BB sebelum sakit 55 Kg, saat dilakukan pemeriksaan BB pasien 59 Kg.

 


Langkah 4 : (Implementasi keperawatan)

            Mandiri
1.      Memonitor dan mencatat tekanan darah pada kedua
lengan & paha pada awal pemeriksaan.
2.      Memonitor dan mencatat keberadaan kualitas denyutan sentral dan perifer.
3.      Mengauskultasi tonus jantung dan bunyi jantung.
4.      Mengobservasi warna kulit, kelembaban, temperature
dan waktu pengisian kembali kapiler (capillary refill
time).
5.      Mengobservasi dan catat adanya edema.
6.      Memberikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas/keributan lingkungan. Batasi jumlah pengunjung dan lamanya tinggal. 

Kolaborasi

1.      Memberikan obat sesuai indikasi.
2.      Berikan penjelasan tentang efek, efek samping, dosis obat-obatan dan kontrol tekanan darah.







 


Keterampilan yang perlu dikuasai:
1.      Pembacaan ECG
2.      Pengukuran tekanan darah
3.       

.
.
5.
6.


 


Skenario:
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan Sakit kepala. Keluhan lain yang dirasakan adalah sering mengalami kesemutan pada ekstremitas, mata sering berkunang-kunang.  Hasil pemeriksaan, kesadaran composmentis, Jantung berdetak cepat. Tanda-tanda vital TD= 160/90 mmHg, nadi  110 x/mnt dan teraba, BB sebelum sakit 55 Kg, saat dilakukan pemeriksaan BB pasien 59 Kg.
 


Langkah 5 : (Evaluasi Keperawatan)

S :-

O :


A :

P :



 


Topik yang perlu dipelajari:
1.
2.
3.
4.